Kendaraan Gas Alam (NGV) adalah kendaraan yang menggunakan gas alam, bahan bakar yang membakar jauh lebih bersih daripada bensin. Karena banyak negara mencari alternatif selain bensin sebagai sumber bahan bakar, penggunaan BBG tumbuh di seluruh dunia, karena mobil hemat energi dan pembakarannya sangat bersih. Konsumen di beberapa negara dapat membeli NGV, dan mobil yang ada juga dapat dikonversi menggunakan gas alam. Selain itu, banyak perusahaan menawarkan kendaraan armada yang menggunakan bahan bakar gas alam, memungkinkan kota-kota untuk mengubah mobil, bus, dan truk mereka menjadi bahan bakar gas.
Gas alam adalah kombinasi gas hidrokarbon, biasanya berat pada metana. Secara teknis, gas alam adalah bahan bakar fosil, dan karenanya dianggap sebagai sumber daya yang tidak dapat diperbarui. Namun, gas alam cukup melimpah dan umumnya lebih murah daripada bensin. Selain itu, bahan bakar ini jauh lebih bersih daripada bensin, menjadikannya pilihan yang lebih baik untuk bahan bakar kendaraan karena dapat mengurangi emisi secara dramatis. Dalam beberapa kasus, NGV dapat dijalankan dengan bahan bakar nabati, suatu bentuk gas alam terbarukan yang terbuat dari bahan biologis seperti pupuk kandang.
Desain NGV sangat mirip dengan kendaraan bensin konvensional. Mesin bekerja dengan cara yang sama, dengan ledakan silinder penembakan gas. Alih-alih tangki bensin hangus, NGV memiliki beberapa tangki yang sangat aman yang dirancang untuk menampung gas alam terkompresi. Dalam beberapa kasus, NGV dilengkapi untuk mengambil gas alam cair, yang didinginkan sehingga menjadi cair, memungkinkan mobil untuk menyimpan lebih banyak energi. NGV mengemudi, terlihat, dan terasa seperti mobil biasa.
Mengisi bahan bakar NGV agak lebih rumit daripada mengisi bahan bakar mobil konvensional. Pengemudi perlu menemukan stasiun pengisian bahan bakar gas alam, atau mereka dapat menggunakan sistem pengisian bahan bakar rumah yang memanfaatkan gas alam rumah tangga. Biasanya, sistem pengisian bahan bakar di rumah membutuhkan waktu berjam-jam untuk diisi, karena gas perlu diberi tekanan sebelum masuk ke mobil. Produsen NGV berharap bahwa permintaan konsumen akan meningkatkan jumlah stasiun pengisian bahan bakar yang tersedia, yang penting, karena mobil memiliki jangkauan yang lebih pendek daripada rekan-rekan mereka yang mengkonsumsi bensin.
Meskipun NGV bukanlah solusi lengkap untuk ketergantungan pada bahan bakar fosil, kendaraan itu dipuji sebagai langkah ke arah yang benar ketika mereka mulai lebih banyak diproduksi pada akhir 1990-an. Di banyak kota di seluruh dunia, bus NGV, taksi, dan kendaraan pekerjaan umum dapat dengan mudah terlihat di jalanan.