Apa Misteri Harta Karun Pulau Oak?

Pulau Oak adalah pulau milik pribadi di pantai Nova Scotia, Kanada. Pulau kecil seluas 140 hektar (570,000 m²), terkenal dengan legenda Lubang Uang, yang diyakini banyak orang sebagai situs di mana harta terpendam disembunyikan. Banyaknya cerita tentang Money Pit telah membuat Pulau Oak menjadi salah satu pulau pribadi paling terkenal di dunia.

Penyebutan pertama Money Pit yang terdokumentasi terjadi lebih dari 150 tahun yang lalu. Pada tahun 1856, serangkaian surat kabar, termasuk Transkrip Liverpool, melaporkan kisah tentang seorang anak berusia 16 tahun yang pada tahun 1795 menemukan depresi di Pulau Oak, dan, setelah menggalinya, menemukan deposit batu ubin dan kayu gelondongan. Ini membuat remaja itu percaya ada semacam konstruksi primitif di dalam lubang, mungkin sebagai tempat berlindung untuk sesuatu. Anak laki-laki itu kembali dengan beberapa teman dan mereka terus menggali sampai mencapai 30 m, tetapi tidak menemukan apa pun.

Hampir satu dekade kemudian, sebuah perusahaan bernama Onslow tiba di Pulau Oak dengan tujuan tunggal untuk memeriksa Lubang Uang. Selama penggalian, mereka menemukan beberapa lapisan kayu gelondongan, batu, arang, dan sabut kelapa; pada ketinggian 90 kaki (27 m), mereka menemukan sebuah batu nisan besar dengan tulisan yang berbunyi: “Dua puluh kaki di bawah, 2 juta pound terkubur.” Ketika mereka terus menggali, lubang itu banjir. Lebih dari selusin perusahaan telah berusaha menemukan Money Pit tanpa hasil. Bahkan mantan presiden AS Franklin Roosevelt adalah bagian dari kelompok penggalian pada tahun 1909. Raja baja Gilbert Hedden membeli pulau itu pada tahun 1929 dengan harapan menemukan harta karun itu, tetapi ia juga gagal.

Teori yang paling populer adalah bahwa Money Pit berisi harta karun yang dikubur di sana oleh Kapten Kidd atau Edward Teach (Blackbeard), tetapi yang lain telah menyarankan bahwa itu mungkin sisa-sisa bangkai kapal Spanyol atau emas Inca. Beberapa percaya harta itu bahkan mungkin bukan emas. Beberapa cendekiawan menyarankan Pulau Oak mungkin tempat persembunyian untuk Cawan Suci, atau bahkan untuk serangkaian dokumen yang membuktikan bahwa filsuf Francis Bacon adalah penulis sebenarnya dari drama Shakespeare. Sementara teori berlimpah, kebenarannya adalah bahwa belum ada yang dapat menemukan Lubang Uang yang terkenal di Pulau Oak. Daerah itu kini dimiliki oleh sekelompok pengusaha AS yang berjanji akan melakukan pencarian harta karun lebih jauh lagi. Pulau Oak dapat dikunjungi oleh siapa saja asalkan mereka meminta izin terlebih dahulu. Pemburu harta karun pecinta masih bisa dilihat di pulau ini secara berkala.