Apa itu Lycopodium?

Lycopodium adalah genus tumbuhan terestrial atau epifit yang termasuk dalam famili Lycopodiaceae, yang secara luas disebut sebagai famili clubmoss. Nama umum clubmoss berasal dari kata Yunani lykos, yang berarti serigala, dan podos, yang berarti kaki, mengacu pada ujung cabang tanaman ini yang menyerupai cakar serigala. Nama umum lainnya yang digunakan untuk menyebut tanaman ini adalah pohon cedar yang merambat dan pinus tanah. Tinggi tanaman ini berkisar dari 0.49 kaki (0.15 m) hingga 1.97 kaki (0.60 m) tergantung pada spesiesnya. Ciri khas lain dari tanaman ini adalah banyak cabangnya yang ditutupi dengan daun kecil.

Cabang-cabang tanaman ini bisa tegak atau bersujud. Di sepanjang batangnya yang mendatar dan merambat tumbuh pucuk-pucuk tegak yang ditumbuhi daun yang sederhana, seperti sisik, atau seperti jarum. Daun berkerut dan berselaput menutupi batang horizontal. Akar tanaman Lycopodium berasal dari bagian bawah batang utama.

Lycopodium tersebar luas di iklim sedang, sub-arktik, dan tropis, meskipun yang ditemukan di daerah tropis cenderung terbatas pada lingkungan pegunungan. Ada lebih dari 800 spesies, subspesies, dan varietas tanaman dalam genus ini. Meskipun tanaman ini umumnya melimpah, ada beberapa spesies yang telah terdaftar sebagai terancam dan hampir punah. Daftar spesies yang terancam punah termasuk L. complanatum, atau groundcedar; L. dendroideum, atau groundpine pohon; dan L. clavatum, atau menjalankan clubmoss.

L. clavatum mungkin merupakan tanaman Lycopodium yang paling berharga secara komersial. Ini digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok untuk mengobati demam dan peradangan, serta untuk menghentikan luka akibat pendarahan. Spora kering dari spesies ini sering dibuat menjadi bubuk dan dijual dalam bentuk kapsul sebagai obat homeopati untuk mengobati gejala awal Alzheimer dan untuk meningkatkan daya ingat dan kewaspadaan mental. Bersama dengan D. digitatum, spesies ini digunakan untuk membuat bubuk Lycopodium, yang memiliki beberapa aplikasi dalam fotografi, bioskop, dan efek khusus teater. Spesies lain, L. obscurum, atau pinus tanah, sering digunakan sebagai hiasan Natal karena dapat tetap hijau sepanjang musim dingin.

Tanaman Lycopodium menunjukkan reproduksi seksual melalui spora mereka. Karena budidaya tanaman ini sulit, mereka kebanyakan dikumpulkan di alam liar untuk berbagai kegunaannya. Tanaman ini tidak dapat ditransplantasikan dengan baik, meskipun budidaya dapat dicoba dengan menempatkannya di tanah yang sangat lembab. Tanaman Lycopodium membutuhkan suhu dingin tetapi dapat beradaptasi dengan berbagai kondisi cahaya.