Apa itu Digital Prototyping?

Prototyping digital adalah proses dimana produk baru dirancang dan prototipe untuk itu dibuat secara digital, bukan secara fisik. Prototipe ini biasanya dibuat dalam program komputer yang mampu menjalankan simulasi menggunakan parameter dunia nyata untuk menguji produk, mengevaluasi mekanisme fisiknya, dan melakukan tes lain yang dilakukan pada prototipe fisik. Penggunaan perangkat lunak semacam itu dapat mengurangi biaya awal perusahaan, karena prototipe digital baru sering kali dapat dibuat atau dimodifikasi dengan lebih murah dan mudah daripada prototipe fisik. Prototyping digital dapat dimasukkan ke dalam setiap tahap pengembangan suatu produk, mulai dari konsep hingga pemasaran.

Penggunaan prototipe digital telah berkembang seiring dengan kemajuan teknologi komputer. Perangkat lunak sudah tersedia untuk banyak perusahaan yang memungkinkan perusahaan tersebut untuk membuat prototipe digital daripada yang fisik. Prototipe ini bisa sedetail prototipe fisik, dan mencakup ratusan bagian yang semuanya dibuat dan dirakit dalam lingkungan virtual.

Pembuatan prototipe digital biasanya dilakukan dengan perangkat lunak yang mencakup mesin fisika yang kuat dan komprehensif. Hal ini memungkinkan prototipe untuk diuji untuk ketahanan stres, kegunaan, dan parameter umum lainnya yang akan diuji pada prototipe fisik. Sifat digital dari prototipe tersebut dapat membuatnya lebih mudah untuk diubah atau dimodifikasi. Hal ini memungkinkan pembuatan prototipe digital memiliki waktu penyelesaian yang lebih cepat saat melakukan perubahan seperti perubahan warna atau material.

Prototipe digital biasanya dapat dibuat lebih cepat daripada prototipe fisik, dan gambar digital dapat diekspor ke file yang lebih mudah dilihat oleh karyawan lain tanpa latar belakang teknis dalam pembuatan prototipe. Hal ini membuat prototipe digital tidak hanya lebih efektif untuk banyak perusahaan, tetapi juga memungkinkan gambar yang dibuat untuk digunakan dalam riset dan pengembangan pasar.

Prototyping digital sering dimulai pada tahap pertama pengembangan. Desain konseptual dapat diimpor ke perangkat lunak prototyping digital dan digunakan sebagai referensi selama proses pengembangan. Setelah prototipe digital dibuat, maka dapat digunakan dalam mengembangkan produk yang sebenarnya, dan bahkan digunakan untuk mensimulasikan jenis proses manufaktur apa yang mungkin diperlukan untuk membuat produk. Rendering yang dibuat dari prototipe digital dapat digunakan untuk pengujian pelanggan terhadap suatu produk dan pemasaran. Prototyping digital dapat membuat rendering fotorealistik dari suatu item yang dapat digunakan untuk membuat iklan untuk produk tersebut, tanpa perlu pemotretan atau bahkan keberadaan produk fisik.