Pada awal abad ke-21, sebuah desas-desus beredar di berbagai situs web, ruang obrolan, dan acara televisi tentang hubungan antara guano kelelawar dan maskara, yang menyatakan bahwa guano sebenarnya adalah bahan dalam riasan. Desas-desus selanjutnya mengatakan bahwa salah satu bahan yang ditemukan di sebagian besar maskara, guanin, yang digunakan untuk memberikan kilau mutiara pada banyak kosmetik dan produk kecantikan lainnya, terbuat dari guano kelelawar. Meskipun secara teknis mungkin untuk memperoleh guanin dari kotoran kelelawar, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), yang mengatur industri kosmetik, melarang penggunaan bahan apa pun yang berasal dari semua jenis kotoran. Guanin yang digunakan dalam produk makeup dan kecantikan sebenarnya terbuat dari sisik ikan. Guano kelelawar memang memiliki beberapa kegunaan praktis berkat kandungan nitrogennya yang tinggi; telah digunakan sebagai pupuk dan untuk membuat beberapa jenis bahan peledak.
Legenda urban tentang guano kelelawar dan maskara adalah salah satu dari banyak rumor yang beredar selama bertahun-tahun tentang kosmetik, semuanya dengan berbagai tingkat kebenaran. Mereka kemungkinan besar berasal dari kecemasan umum yang dimiliki banyak konsumen tentang produk kecantikan, dengan daftar bahan yang rumit dan produsen yang sangat protektif terhadap formula dan proses mereka. Penggunaan produk hewani serta praktik pengujian kosmetik pada hewan, terkadang dengan konsekuensi yang keras dan menyakitkan bagi mereka, juga merupakan sumber kontroversi yang berkontribusi pada rumor tentang industri kosmetik. Dalam banyak kasus, sulit untuk menemukan bukti kuat yang mendukung pernyataan seperti maskara yang mengandung kotoran kelelawar, namun cerita tersebut tetap ada.
Tampaknya beberapa perusahaan kosmetik dan penjual telah mengadaptasi rumor tentang guano kelelawar dan maskara agar sesuai dengan tujuan mereka sendiri. Banyak posting diskusi di Internet dapat ditemukan yang menggambarkan wiraniaga yang bercerita tentang pesaing lain yang menggunakan guano untuk membuat maskara, tetapi meyakinkan calon pelanggan bahwa produk mereka tidak mengandung bahan ini. Salah satu cara yang baik untuk meredakan kekhawatiran yang mungkin dimiliki seseorang tentang bahan-bahan dalam kosmetik atau produk kecantikan tertentu adalah dengan berkonsultasi dengan dokter kulit atau ahli kecantikan berlisensi. Mereka sering memiliki pengetahuan tentang kemungkinan efek kesehatan yang mungkin timbul dari senyawa yang digunakan dalam jenis produk ini.
Meskipun tidak ada hubungan antara guano dan maskara, kotoran kelelawar telah digunakan, seperti bentuk kotoran lainnya, sebagai pupuk. Ini sangat kaya akan nitrogen, salah satu komponen terpenting di tanah subur. Guano kelelawar juga sering digunakan oleh tukang kebun organik. Mereka lebih menyukainya karena kelelawar hanya memakan buah dan serangga, sedangkan hewan ternak lain yang kotorannya sering digunakan sebagai pupuk mungkin diberi makanan yang mengandung hormon, antibiotik, dan zat lain yang mungkin masuk ke dalam kotoran.