Skuter anak-anak adalah alat tunggangan yang umumnya terdiri dari dua roda dan digerakkan secara manual dengan mendorong skuter dengan satu kaki sementara kaki lainnya diletakkan di atas platform tunggangan. Desain skuter anak-anak yang khas menggunakan rangka rendah yang berfungsi ganda sebagai platform berkuda/berdiri, dan dudukan kemudi yang ditinggikan memanjang dari roda depan hingga sepasang setang. Kemudi dikendalikan dengan memutar setang. Sistem pengereman, jika ada, terdiri dari braket baja yang diinjak oleh pengendara untuk menyebabkan braket menekan ban belakang. Ini secara efektif memperlambat skuter anak-anak hingga berhenti terkendali.
Dipopulerkan pada akhir 1930-an dan awal 1940-an di Amerika, skuter anak-anak adalah pendahulu sepeda bagi banyak anak pedesaan, sementara itu tetap menjadi mainan utama untuk anak-anak perkotaan. Jauh lebih mudah dioperasikan di atas beton atau trotoar daripada kerikil, skuter anak-anak biasanya digunakan di mana sepatu roda dipakai. Beberapa versi skuter anak-anak tersedia dengan roda latihan untuk memungkinkan pengendara termuda dan yang lebih goyah untuk menikmati perjalanan. Desain khasnya termasuk ban karet padat yang dipasang pada roda baja yang dicap, namun, beberapa model yang lebih mewah menggunakan roda kawat dengan ban pneumatik.
Ban pneumatik yang lebih lembut dan lebar memungkinkan skuter anak-anak dioperasikan di permukaan yang tidak rata, seperti halaman berumput dan bahkan jalan berkerikil. Model skutik ini juga menggunakan sistem pengereman yang disempurnakan menggantikan tipe steel-on-rubber yang populer di versi sebelumnya. Skuter anak-anak ban lunak umumnya menggunakan sistem pengereman stomp yang terdiri dari tombol di dekat bagian belakang rangka skuter. Pengendara cukup menginjak tombol ini dan bantalan karet diarahkan ke jalan raya, yang memperlambat dan menghentikan skuter. Sistem pengereman ini tetap menjadi metode pengereman yang disukai oleh banyak pemilik skuter hingga munculnya rem tangan.
Rem tangan pertama kali ditemukan pada model skuter anak-anak pada akhir 1950-an. Menggunakan dua bantalan karet yang ditekan ke setiap sisi roda belakang dengan menekan tuas yang dipasang di stang, pengendara dapat menghentikan skuter tanpa melepaskan satu kaki dari platform stabil papan kaki. Hal ini menghilangkan banyak kecelakaan yang diakibatkan oleh pijakan yang tidak stabil dan ketidakseimbangan akibat harus memindahkan kaki dari platform pengendaraan ke tombol rem.