Siapa yang Lebih Mungkin Mengalami Insomnia: Pria atau Wanita?

Meskipun pria dan wanita sama-sama dapat mengalami masalah tidur sesekali, wanita memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk mengalami insomnia. Perubahan siklus menstruasi wanita dapat berkontribusi pada kemampuannya untuk tidur nyenyak. Menopause adalah faktor lain, dengan keringat malam dan hot flashes juga mengganggu tidur.

Lebih banyak fakta tentang insomnia:

Sebuah fenomena yang dikenal sebagai insomnia sekunder dikaitkan dengan banyak masalah kesehatan. Individu yang menderita kecemasan, depresi dan penyakit emosional lainnya sering mengalami insomnia bersama dengan gejala lain yang relevan dengan kondisi tersebut. Orang yang menderita sindrom kaki gelisah atau fibromyalgia juga lebih mungkin mengalami insomnia.
Terapi dan pengobatan digunakan untuk mengatasi masalah tidur. Terapi perilaku kognitif (CBT) kadang-kadang digunakan untuk membantu membalikkan pemikiran negatif dan membuat pikiran menjadi tenang, yang membantu meningkatkan kemungkinan mencapai tidur nyenyak. Tergantung pada masalah fisik yang mendasari insomnia, obat-obatan dapat membantu penderita insomnia tertidur.
Insomnia juga bisa menjadi efek samping dari minum obat resep tertentu. Seorang profesional medis yang berkualifikasi dapat mengevaluasi keadaan dan mungkin menyesuaikan dosis atau menyetujui peralihan ke pengobatan lain sebagai cara untuk mengurangi potensi malam tanpa tidur.