Mana yang Lebih Berkontribusi pada Obesitas Anak: Makan Siang di Sekolah atau Makan Siang Kemasan?

Anak-anak yang makan siang di sekolah lebih mungkin mengalami obesitas atau kelebihan berat badan daripada mereka yang tidak. Mereka juga lebih cenderung makan dua atau lebih porsi daging berlemak per hari, secara signifikan lebih kecil kemungkinannya untuk berpartisipasi dalam olahraga sedang dan hampir tiga kali lebih mungkin untuk minum dua atau lebih minuman manis sehari. Hanya sekitar 5 persen makan siang sekolah yang memenuhi kriteria gizi standar, dan sekitar 95 persen makan siang sekolah terdiri dari lebih dari 30 persen lemak.

Lebih banyak fakta tentang obesitas pada masa kanak-kanak:

Tingkat obesitas anak di Amerika Serikat meningkat lebih dari tiga kali lipat antara tahun 1980 dan 2010.
Salah satu penyebab utama obesitas pada masa kanak-kanak adalah tingkat konsumsi gula yang sangat tinggi, yang sebagian besar berasal dari soda. Pembelian soda di sekolah meningkat lebih dari 1,000 persen antara akhir 1990-an dan pertengahan 2000-an. Mayoritas anak-anak di AS minum setidaknya dua minuman ringan per hari, dan hampir satu dari lima anak prasekolah minum lebih dari 9 ons (lebih dari 250 ml) soda sehari.
Namun, AS bukan satu-satunya negara yang mengalami peningkatan obesitas pada masa kanak-kanak — dari sekitar 42 juta anak obesitas di bawah usia 5 tahun di dunia, 35 juta di antaranya tinggal di negara berkembang.