Bagaimana Status Sosial Ekonomi dan Bahasa Tubuh Terkait?

Orang dengan status atau latar belakang sosial ekonomi yang lebih tinggi cenderung kurang terlibat dalam percakapan. Dalam sebuah studi Berkeley di mana dua peserta difilmkan saat melakukan percakapan, peserta dari status sosial ekonomi atau latar belakang yang lebih tinggi menunjukkan perilaku yang lebih melepaskan diri, seperti mengutak-atik sesuatu, tidak melakukan kontak mata atau mencoret-coret. Orang-orang dari status atau latar belakang sosial ekonomi yang lebih rendah lebih mungkin untuk melakukan kontak mata, tersenyum dan mengangguk atau terlibat dalam percakapan. Kesenjangannya begitu besar sehingga penonton yang objektif pun nantinya bisa menebak latar belakang sosial ekonomi peserta dengan bahasa tubuh mereka.

Lebih banyak fakta tentang bahasa tubuh:

Indikator bahasa tubuh besar lainnya adalah posisi kaki seseorang. Menurut beberapa penelitian, posisi kaki seseorang dapat menunjukkan apakah mereka nyaman dalam suatu situasi atau bahkan secara fisik tertarik pada seseorang.
Terlepas dari stereotip di televisi atau di media, membaca bahasa tubuh bukanlah ilmu pasti. Para ahli mengatakan bahwa sinyal bahasa tubuh harus dipertimbangkan dalam kelompok, dan meskipun demikian, mereka masih terbuka untuk interpretasi.
Bahasa tubuh bahkan bisa menjadi indikator preferensi politik seseorang. Secara statistik, orang-orang yang memiliki pandangan politik liberal lebih cenderung mengikuti garis mata lawan bicaranya saat hal itu berubah, dan orang-orang yang memiliki pandangan politik konservatif lebih cenderung menahan pandangan mereka di mana pun lawan bicaranya memandang.