Proses penerbitan majalah dimulai dengan mengumpulkan penulis, fotografer, dan editor yang akan membantu menghasilkan konten untuk majalah. Setelah konten siap untuk dicetak dan didistribusikan, editor perlu membuat keputusan tentang estetika majalah. Jika mereka berencana menerbitkan majalah hitam putih, prosesnya mungkin berbeda dengan pencetakan berwarna. Halamannya bisa matte atau glossy, dan kualitas kertasnya bisa bervariasi. Keputusan ini harus dibuat sebelum pekerjaan apa pun di majalah dilakukan untuk menghindari masalah dan kemunduran selama proses penerbitan.
Tata letak juga merupakan langkah penting dalam proses penerbitan majalah. Setelah konten ditulis dan foto diambil, editor harus membuat keputusan tentang di mana menempatkan foto, bagaimana mengarahkan teks, dan di mana menempatkan iklan. Ini membantu untuk berkonsultasi dengan desainer grafis berpengalaman yang dapat membantu membuat tata letak yang menarik dan mudah dibaca. Siapapun dengan pengalaman dalam program tata letak yang tepat mungkin dapat membuat tata letak yang efektif, tetapi seorang profesional akan memberikan pengalaman yang dapat menyelamatkan editor dari sakit kepala di jalan menuju publikasi.
Setelah tata letak selesai, editor dapat mengambil langkah berikutnya dalam menerbitkan majalah dengan beberapa cara berbeda: jika majalah akan online, editor dapat memilih untuk meminta desainer web memposting halaman di situs web. Ini akan membutuhkan jenis tata letak dan pengetahuan khusus tentang bagaimana situs web dibangun dan dioperasikan. Jika majalah akan dicetak dalam bentuk hard copy, editor dapat mengirimkan majalah tersebut ke printer profesional yang akan memberikan beberapa pilihan kepada editor untuk pencetakan dan penjilidan. Majalah dapat dijilid sehingga halaman-halamannya dijepit atau direkatkan. Majalah yang lebih tipis dengan halaman yang lebih sedikit biasanya diikat dengan staples, sedangkan majalah yang lebih tebal memerlukan satu ujung setiap halaman untuk direkatkan ke bagian belakang majalah.
Langkah dasar terakhir dalam menerbitkan majalah adalah distribusi. Untuk menjangkau pasar distribusi, penerbit majalah harus memasarkannya agar orang tertarik. Ini bisa berarti beriklan di surat kabar, di situs web, atau di sekitar kota, tergantung pada tujuan majalah tersebut. Penerbitan majalah tidak ada gunanya jika majalah tersebut tidak memiliki pembaca, sehingga penerbit dapat mencoba menjangkau pelanggan melalui surat langsung, iklan televisi, atau cara lain yang berhubungan langsung dengan topik majalah.