Jerawat adalah bagian kehidupan yang tidak menguntungkan bagi banyak remaja, tetapi ada hikmahnya. Sebuah studi tahun 2016 yang diuraikan dalam Journal of Investigative Dermatology menunjukkan bahwa orang muda yang menderita jerawat mungkin akan memiliki kulit yang tampak lebih muda ketika mereka bertambah tua. Ilmu di balik klaim ini berasal dari tingkat sel: Telomer adalah bagian dari nukleotida yang terletak di ujung setiap kromosom Anda, dan mereka dapat digunakan untuk mengukur usia biologis sel. Telomere menjadi lebih pendek seiring bertambahnya usia, tetapi jika Anda memiliki jerawat saat kecil, studi tersebut menemukan, telomer Anda akan memendek lebih lambat, dibandingkan dengan seseorang yang tidak pernah berjerawat.
Breakout hits dari masa muda kita:
Cokelat dan makanan berminyak sering dituding sebagai penyebab munculnya jerawat, tetapi hanya ada sedikit bukti bahwa makanan tertentu berpengaruh pada perkembangan jerawat.
Orang-orang dari semua ras dan etnis mendapatkan jerawat. Diperkirakan 80 persen orang antara usia 11 dan 30 pernah mengalami wabah jerawat di beberapa titik.
Perawatan obat untuk jerawat biasanya berfokus pada menghilangkan penggumpalan sel yang tidak normal di folikel, keberadaan bakteri, dan efek dari peningkatan produksi minyak dan peradangan.