Apa saja Jenis Peralatan Trekking yang Berbeda?

Jenis peralatan trekking yang akan dibawa seseorang dalam perjalanan akan tergantung pada jenis trekking yang dilakukan. Peralatan yang diperlukan untuk perjalanan sepeda, misalnya, akan berbeda dengan peralatan yang diperlukan untuk perjalanan backpacking, atau untuk perjalanan berpemandu. Kebanyakan orang memikirkan tiang trekking ketika mereka memikirkan peralatan trekking, dan meskipun ini tentu saja merupakan pilihan peralatan yang sangat umum, itu sama sekali bukan yang paling penting. Beberapa peralatan penting untuk trekking termasuk kantong tidur, ransel, sistem penyaringan air, peralatan memasak, peta atau Sistem Pemosisian Global (GPS), dan pakaian yang sesuai dengan iklim.

Pakaian yang menyerap kelembapan mungkin merupakan peralatan trekking terpenting yang dibutuhkan seseorang untuk semua jenis perjalanan. Orang akan berkeringat saat mendaki atau bersepeda, dan jika cuaca dingin, keringat itu bisa menyebabkan suhu tubuh turun. Pakaian yang menyerap kelembapan menjauhkan keringat dan kelembapan lainnya dari kulit, menjaganya tetap kering, dan memungkinkan tubuh mengatur suhunya dengan lebih mudah. Pakaian seperti itu terbuat dari bahan sintetis, dan cenderung lebih mahal daripada bahan lain seperti katun, tetapi investasi itu akan terbukti layak dalam kondisi buruk.

Sistem penyaringan air memungkinkan trekker memurnikan air untuk diminum. Sumber air alami dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri, terutama giardia, organisme yang dapat menginfeksi usus. Sistem penyaringan air memungkinkan trekker untuk memompa air langsung dari sumber air alami ke dalam botol air setelah air melewati beberapa filter yang dimaksudkan untuk membunuh sebagian besar bakteri. Ini adalah bagian yang tak terpisahkan dari peralatan trekking, karena sumber air biasa yang disaring jarang tersedia bagi orang-orang di trek.

Ransel atau unit penyimpanan lainnya adalah peralatan trekking yang vital bagi siapa saja. Trekker sepeda akan menggunakan paket pannier yang dirancang khusus yang dipasang di rak yang ditempelkan ke sepeda, sementara backpacker akan membawa ransel di punggung mereka. Dalam kedua kasus tersebut, kemasan harus dibuat dari bahan kasar yang tahan air atau kedap air untuk melindungi isi kemasan. Banyak paket terbuat dari nilon ripstop yang membantu mencegah robekan selama kondisi buruk. Backpacker harus memilih tas yang pas dengan tubuh mereka, dan tas ransel tersebut harus memiliki bingkai internal yang terbuat dari aluminium atau plastik ringan yang membantu menopang berat tas saat sedang diangkut. Banyak ransel juga memiliki sistem kandung kemih untuk hidrasi; kandung kemih diisi dengan air dan dihubungkan ke selang yang dapat digunakan untuk mengalirkan air minum.