Siklus pembelian adalah proses yang dilalui sebagian besar konsumen ketika memutuskan apakah mereka membutuhkan produk baru atau tidak dan menentukan produk seperti apa yang seharusnya. Ini adalah proses yang harus dimanfaatkan pemasar, membuat kontak pada setiap fase siklus dan menyesuaikan pesan yang dikirim ke tahap siklus yang mungkin telah dicapai konsumen. Secara umum, siklus pembelian terdiri dari sejumlah tahapan kasar. Pertama, konsumen menyadari kebutuhan atau kekurangan, yang mengarahkan mereka untuk mengumpulkan informasi tentang alternatif untuk memenuhi kebutuhan ini. Setelah memutuskan antara alternatif, konsumen membuat keputusannya, dan kemudian memastikan bahwa produk atau layanan memenuhi janjinya.
Banyak orang menganggap pemasaran sebagai semua tentang produk dan layanan yang ditawarkan oleh berbagai perusahaan. Meskipun memastikan bahwa produk dan layanan ini memiliki kualitas tertinggi tentu penting, pemasar harus selalu ingat bahwa keputusan pembelian mereka pada akhirnya bersifat subjektif. Orang menjalani proses untuk membuat keputusan, dan pemasar harus memanfaatkan proses itu untuk mencapai hasil yang optimal. Proses ini dikenal sebagai siklus pembelian, dan perusahaan-perusahaan yang memahami siklus tersebut memiliki keuntungan dalam penjualan mereka.
Secara umum, awal dari siklus pembelian datang ketika konsumen atau pembeli menyadari bahwa mereka kehilangan sesuatu yang merupakan kebutuhan. Hal ini dapat terjadi karena produk lama mereka tidak lagi memenuhi kebutuhan mereka, atau karena situasi konsumen sendiri telah berubah untuk menciptakan kebutuhan baru. Pada tahap ini, pemasar harus melakukan kontak untuk menggambarkan produk atau jasa mereka sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut.
Jika konsumen hanya memutuskan bahwa dia membutuhkan produk tetapi belum memutuskan merek tertentu, siklus pembelian berlanjut dengan pertimbangan alternatif. Pada titik ini, pemasar harus mengirim pesan yang menjelaskan bahwa apa pun yang mereka tawarkan lebih unggul dari penawaran pesaing. Konsumen sering menganggap pembelian potensial mereka berisiko, dan pemasar harus mengirimkan pesan yang mengurangi kekhawatiran ini.
Setelah alternatif dipertimbangkan, konsumen akan menyelesaikan siklus pembelian dengan memilih dan membeli suatu produk. Namun, pemasar harus menyadari bahwa pekerjaan mereka belum selesai pada saat ini, terutama jika mereka memiliki hubungan jangka panjang dengan klien. Harus ada semacam konfirmasi yang diterima bahwa produk yang dijual memenuhi kebutuhan pelanggan. Pada titik itu, siklus dimulai lagi, yang berarti bahwa pemasar dan penjual harus tetap waspada dalam pendekatan mereka kepada pelanggan mereka.