Meditasi Kriya berasal dari latihan yoga Kriya, yang mencakup latihan mental dan fisik yang dirancang untuk membangkitkan kekuatan hidup dan menemukan kekuatan ilahi di dalam tubuh manusia. Teknik meditasi umum seperti pernapasan dalam dan visualisasi berkontribusi pada latihan meditasi Kriya, seperti halnya latihan relaksasi. Jenis meditasi ini juga berfokus pada pemusatan ide sentral, biasanya energi ilahi di alam semesta dan jiwa manusia. Sering kali, postur yoga yang dirancang untuk menenangkan pikiran dan tubuh dijalin ke dalam latihan, yang dikatakan membantu memberi energi pada jiwa dan memberikan jalan yang lebih mudah menuju keilahian.
Saat memulai meditasi apa pun, penting bagi pikiran dan tubuh untuk rileks sepenuhnya, karena ini memberikan landasan untuk konsentrasi dalam latihan. Penting untuk mendapatkan pikiran dan tubuh yang tenang selama meditasi Kriya, karena dikatakan bahwa hal itu membantu roh seseorang melampaui keadaan keberadaan yang lebih tinggi. Dalam beberapa tradisi yoga Kriya, meditasi akan diikuti dengan latihan pernapasan yang dianggap memberi energi pada jiwa dan memberikan oksigen ke setiap jaringan tubuh. Kadang-kadang mungkin disarankan untuk memvisualisasikan cahaya murni yang memasuki tubuh melalui napas, membantu pikiran untuk memusatkan pada tujuan menyelaraskan dengan energi ilahi.
Nyanyian adalah umum untuk membantu mengendurkan tubuh dan pikiran selama meditasi Kriya dan biasanya melibatkan penggunaan satu atau dua kata yang berulang. Kadang-kadang nyanyian ini akan menjadi suku kata sederhana, membantu pikiran menjadi sebebas mungkin dari semua kata dan pikiran, yang dapat mengalihkan meditator dari tujuan yang diinginkan. Relaksasi juga dapat terjadi melalui kehendak sadar untuk mengendurkan setiap otot, mulai dari kepala sampai ujung kaki, atau sebaliknya. Diyakini bahwa ketika relaksasi total terjadi, pikiran terbuka untuk menerima pikiran dan pesan dari sumber yang lebih tinggi.
Dengan meditasi Kriya, postur yoga tertentu dapat digunakan selama latihan untuk membantu menyelaraskan chakra tubuh dengan energi ilahi dan membuka tubuh untuk menerima energi ini. Cakra ini, atau titik energi, bisa di leher, tulang belakang, perut, punggung, dan lengan. Penggunaan postur yoga yang sederhana dan menenangkan sering disarankan, karena jenis yoga yang intens bisa terlalu menyegarkan untuk latihan. Postur yoga ini sering dilakukan dengan sangat lambat, dengan mata masih tertutup untuk menjaga meditator dalam keadaan deep trance atau relaksasi.