Deep drawing adalah proses manufaktur membentuk stok lembaran logam, yang disebut blank, menjadi bentuk geometris atau tidak beraturan yang kedalamannya lebih dari setengah diameternya. Ini melibatkan peregangan logam kosong di sekitar steker dan kemudian memindahkannya ke pemotong cetakan yang disebut die. Bentuk umum untuk produk ini termasuk silinder untuk kaleng aluminium dan cangkir untuk loyang. Barang tidak beraturan, seperti penutup penutup untuk filter oli truk dan alat pemadam kebakaran, juga biasa diproduksi dengan metode ini.
Wastafel dapur rata-rata adalah contoh sempurna dari teknologi deep drawing karena keduanya dalam dan mulus. Suku cadang lain yang diproduksi untuk industri berkisar dari lubang kecil yang digunakan sebagai penguat hingga penutup besar yang menampung peralatan produksi industri.
Mesin cetak gambar dapat digunakan untuk membentuk lembaran logam menjadi bentuk yang berbeda, dan bentuk akhir tergantung pada posisi akhir tempat blanko didorong ke bawah. Logam yang digunakan harus dapat ditempa serta tahan terhadap kerusakan akibat tegangan dan tegangan.
Industri yang mengandalkan teknologi ini termasuk dirgantara, mobil, susu, penerangan, farmasi, dan plastik. Perusahaan yang memproduksi suku cadang ini memerlukan operasi yang dirancang oleh insinyur, dan mesin deep drawing relatif mahal.
Aksesoris seperti cetakan, pelat perkakas, dan kolom diperlukan untuk memproduksi suku cadang. Sementara cetakan diperlukan untuk meregangkan material di atas tepi cetakan untuk menghasilkan bentuk yang diinginkan, pelat perkakas atau kolom diperlukan sebagai permukaan untuk menahan benda kerja.
Deep drawing berbeda dari metal stamping, karena daripada menggunakan single piece blank, metal stamping menggunakan aliran terus menerus dari sheet metal blank pada strip. Pemintalan logam, di sisi lain, serupa, karena kedua operasi menghasilkan komponen melingkar dan mulus. Beberapa teknologi menggabungkan aspek stamping dan spinning untuk memberikan solusi manufaktur yang paling hemat biaya.